Berdakwah dimulai kepada diri sendiri. LPK: Wadah Masyarakat yang Mencintai Persaudaraan Sejati. Mari berbagi apa yang kita miliki. Berlomba berbuat kebaikan bukanlah menghalalkan saling sikut atau memonopoli kebaikan tetapi justru bahu-membahu dalam kebaikan. Jika memungkinkan kurangi sedikit dari hak kita dan lebihkan sedikit dari kewajiban kita. Dahulukan kewajiban sebelum menuntut hak. Perangi segala bentuk ketidakseimbangan di masyarakat dengan cara yang baik
Selasa, 17 Juni 2014
Selasa, 03 Juni 2014
Waspada! Ada Pemurtadan Aqidah di Hari Buruh
Tanggal 1 Mei dikenal sebagai hari buruh (may day) internasional. Biasanya di berbagai negara, termasuk di Indonesia, hari buruh diperingati dengan melakukan aksi unjuk rasa atau demonstrasi oleh para buruh. Dalam demonstrasi tersebut, para buruh menyampaikan tuntutan-tuntutannya kepada para pengusaha dan pemerintah yang punya tanggung jawab terhadap kelangsung profsei mereka.
Tuntuan-tuntuan itu seputar out sourching, (tenaga kerja kontrak), kenaikan upah buruh, jaminan kesehatan, cuti hamil dan pasca melahirkan bagi tenaga kerja perempuan, sampai dengan jam kerja yang manusiawi. Dalam sejarahnya, hari buruh ini, memang lahir dari aksi para buruh pada abad ke 19 yang melakukan unjuk rasa untuk menuntut jam kerja dari 19-20 jam per hari menjadi 8 jam per hari.
Bagi umat Muslim, khususnya yang berprofesi sebagai buruh, hari buruh memang terlihat sangat mendukung profesi mereka. Namun, mereka harus menyikapinya dengan sangat hati-hati. Penyebabnya adalah dibalik penetapan tanggal 1 Mei sebagai hari buruh, ternyata tersimpan hal-hal yang dapat membuat aqidah seseorang tercabut dan murtad dari agama Islam.
Berikut ini adalah beberapa konspirasi dibalik tanggal 1 Mei tersebut.
Berikut ini adalah beberapa konspirasi dibalik tanggal 1 Mei tersebut.
1 Mei (May Day) Bertepatan Dengan Lahirnya Iluminati
Pada Tanggal 1 Mei 1776, sebuah perkumpulan persaudaraan rahasia didirikan. Pengagasnya adalah Adam Weishaupt. Nama kelompok ini adalah Illuminati. Gerakan ini didirikan dengan nama Ordo Illuminati, dengan anggota awalnya sebanyak lima orang, dipelopori oleh Adam Weishaupt. Dia adalah profesor hukum kanon di Universitas Ingolstadt. Kelompok ini terdiri dari para pemikir bebas dan mencontoh gerakan orang-orang Yahudi, Freemason.
Anggota Illuminati melakukan sumpah rahasia dan berikrar untuk mengabdi kepada atasan mereka. Anggotanya dibagi menjadi tiga kelas, masing-masing dengan beberapa tingkatan, dan banyak cabang Illuminati menarik orang-orang terkenal Yahudi yang kemudian menjadi penguasa di beberapa negara di dunia.
Saat ini, Illuminati sudah memasuki seluruh kehidupan peradaban bangsa di dunia. Dia melakukan kendali politik dari jarak jauh. Mengadu domba antara rakyat dan pemerintahnya. Semuanya itu dilakukannya dalam rangka melemahkan bangsa tersebut agar menjadi budak "dunia baru" yang dicita-citakannya. Ironisnya, mulai 2014, di Indonesia hari kelahiran Illuminati yang persis sama dengan May day seolah ikut dijadikan hari libur nasional.
1 Mei; Dari Kaum Sosialis, Kematian Osama, Sampai Penyembahan Dewa
1 Mei juga untuk kaum sosialis merupakan hari International Workers' Day. Selain itu, Pada malam tanggal 1 Mei juga, beberapa orang Amerika mulai memperingati kematian Osama bin Laden. Apakah mulai sekarang Amerika akan memiliki alasan untuk bergabung dengan sosialis seluruh dunia dan juga merayakan tanggal 1 Mei? Wallahu’alam.
Pada tanggal 1 Mei di banyak negara resmi merupakan awal dimulainya musim panas. Hari Itu ketika "Hari Baru - New Day" dari Matahari Terbit" dirayakan. Pada tanggal ini juga, banyak negara menyambut hari awal dimulainya musim panas. Saat matahari terbit yang dianggap "Kelahiran Dewa" dirayakan.
Disaat ratusan ribu buruh berteriak, menuntut kebijakan, kebebasan dan haknya, pada saat itu juga dan pada tanggal yang sama, ratusan dan ribuan satanic meneriakkan gelora pembebasan bagi makhluk sesembahan mereka, yakni Setan. Disaat itulah mereka merasa menemukan hari baru dalam dunia mereka.
Untuk para buruh yang merasa menyuarakan hak-haknya, mohon pertimbangkan hal ini, maukah anda disamakan sebagai pemuja syaitan dan menuntut kebebasan bagi para pemuja setan....??? Nau’udzu billahi min dzalik. [PurWD/Adi/voa-islam.com]
Jadi masalah bukan pada usaha memperjuangkan hak, tetapi pada penetapan hari tanggal yang persis sama dengan saat peringatan hal-hal yang sangat tidak islami yang jadi semakin gempita.
Jadi masalah bukan pada usaha memperjuangkan hak, tetapi pada penetapan hari tanggal yang persis sama dengan saat peringatan hal-hal yang sangat tidak islami yang jadi semakin gempita.
Metro TV Ingin Menghancurkan Prabowo Dengan Teori Kontradiksi Ala Komunis
JAKARTA (voa-islam.com) - Sengaja atau tidak MetroTV saat menghancurkan Prabowo dengan menggunakan teori kontradiksi ala komunis. Cara-cara teori kontradiksi yang lazim digunakan oleh komunis itu, dipraktekan oleh MetroTV.
Membenturkan antara tokoh yang seolah menjadi wakil kelas proletar (rakyat miskin) dengan tokoh yang seolah dari kaum kaum borjuis (orang kaya).
Inilah dalam berbagai episode tayangan yang disajikan oleh MetroTV milik si 'brewok' Surya Paloh, yang kroni Soeharto, sekarang menjadi 'kroni' Mega dan Jokowi.
Inilah dalam berbagai episode tayangan yang disajikan oleh MetroTV milik si 'brewok' Surya Paloh, yang kroni Soeharto, sekarang menjadi 'kroni' Mega dan Jokowi.
Teori perbedaan kelas itu menampilkan sisi-sisi kontradiksi yang sangat ekstrim antara kedua tokoh Jokowi dan Prabowo. Rakyat atau publik setiap hari dijejali atau dicekoki seakan fakta-fakta yang kontradiksi. Dengan visualisi kedua tokoh yang penuh dengan kontradiksi itu, benar-benar bisa mempengaruhi keyakinan, perasaan, pikiran, dan membentuk persepsi rakyat luas.
Jokowi digambarkan sebagai tokoh rakyat jelata. Jokowi tokoh bagi kaum proletar yang sangat sengsara dan tertindas. Jokowi sederhana. Tidak bergermelap dan flamboyan. Sampai digambarkan harga bajunya, celana, dan sepatunya, yang tak sampai Rp 200 ribu rupiah.
Jokowi tokoh yang sangat dekat dengan rakyat. Terus menghampiri rakyat jelata dengan blusukan. Profilnya benar-benar sangat bersahaja. Tutur bahasanya sangat sederhana. Tegas dan tidak bertele-tele. Jokowi dengan badannya yang kurus itu, seakan melambangkan kebanyakan rakyat Indonesia.
Bahkan, Metro TV mengulang-ulang saat Jokowi dan JK mendeklarasikan pencalonannya sebagai calon presiden dan wakil presiden, di Gedung Juang, hanya menggunakan sepeda ontel. Diiringi masa pendukungnya, dan terus dielu-elukan.
Dari Jalan Teuku Umar menuju Gedung Juang di Jalan Kwitang, ditempuh dengan menggunakan sepeda ontel. Sebuah drama visualisasi yang mengandung pesan tentang Jokowi dan JK, yang sangat bersahaja, seperti sebagian besar rakyat Indonesia.
Sementara itu, Prabowo digambarkan sebagai sosok antitesa Jokowi, yang sangat flamboyan, naik mobil jeep terbuka, terkesan mewah, diiringi oleh massa pendukungnya. Prabowo naik kuda yang dikesankan sebagai tokoh yang berbeda dengan Jokowi, dan hanya naik sepeda ontel.
Prabowo tidak menunjukkan sebagai tokoh yang egaliter. Anti rakyat kecil. Bahkan, Andian Napitulu, tokoh kiri, menyebutkan Prabowo, sebagai sosok militer yang pernah melakukan pelanggaran HAM.
Karena itu, MetroTV ketika menampilkan gambar antara Jokowi dan Prabowo selalu sangat kontradiksi. Jokowi selalu dikerumuini rakyat kecil. Jokowi disalami oleh rakyat dikampung-kampung. Jokowi turun ke got, dan masuk ke lubang gorong-gorong, dan selalu diidentikan dengan kehidupan rakyat. Mentro TV terus mengekpose sosok Jokowi yang 'merakyat' itu.
Sekali-kali Metro TV memunculkan gambar Prabowo, dan diselilingi dengan kerusuhan yang terjadi di bulan Mei '98. Kerusuhan Mei '98 sebagai peristiwa yang pahit, dan akan selalu dikenang oleh bangsa Indonesia.
Peristiwa Mei '98 itu selalu dilekatkan kepada Prabowo. Tak heran kalau tokoh kiri Adian Napiputulu, menjadikan peristiwa Mei '98, itu sebagai amunisi menghancurkan Prabowo sebagai tokoh militer yang harus bertanggungjawab.
Pengamat politik UI, Boni Hargen, mengatakan bahwa Jokowi tokoh masa depan, yang egaliter, merakyat, anti kekerasan, dan sangat berbeda dengan Prabowo yang dilekatkan dengan kekerasan, borjuis, bagian dari rezim Orde Baru, dan tidak layak memimpin Indonesia di masa depan.
Tetapi, seorang ustadz Salafi, Zainal Abidin, mengatakan, Jokowi yang kurus belum tentu merakyat, ujarnya. Bahkan, Ustadz Zainal menambahkan, bahwa Jokowi dimaksudkan 'ojo kuwi' (jangan itu). Maksudnya jangan memilih Jokowi. Karena Jokowi disangsikan komitmen keIslamannya. - ingat tidak cukup hanya karena sudah berhaji, dapat mengerjakan solat dan pencitraan dengan cara lain menjadikan Jokowi muslim secara kaffah, lihat 'pesta rakyat' yang dihidupkan kembali oleh Jokowi. Rakyat lugu memang terhibur, tetapi apakah acara sesuai dengan syariat Islam?
Selain itu, sangat nampak partai yang mendukungnya selain PDIP, juga partai seperti Hanura, yang dipimpin Jendral Wiranto, PKPPI, yang dipimpin Mayjen Sutiyoso, dan Nasdem, yang dipimpin Surya Paloh, yang semua mereka itu tak lain kroni Soeharto dan Orde Baru.
Jadi apa yang diharapkan dari Jokowi yang sekarang dicitrakan sebagai tokoh 'wong cilik', sampai-sampai harus dibuat film yang tujuannya mengelabuhi mata rakyat, yaitu film Jokowi dan JK, makan lesehan di atas tikar dan naik bajaj. Semua hanyalah tujuannya menipu dan membelokan pandangan rakyat. Allah Maha tahu, mari kita tunggu bersama [msh/voa-islam.com]
Waria dan Syiah Dukung Jokowi. Warga Jakarta Bagaimana?
JAKARTA (voa-islam.com) - Tak hanya kelompok waria, pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, juga didukung lembaga Syiah internasional. Koordinator ‘Oase’, Emilia Renita AZ istri Jalaludin Rahmat, mengungkapkan bahwa Jokowi-JK di dukung ulama Syiah internasional.
Seperti diungkap voa-islam.com sebelumnya, berita dukungan aliran syiah Internasional pada PDI-P 100%.
“Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi,” ungkap Emilia seperti dikutip bisnis.com (30/05). Oase merupakan salah satu lembaga Syiah di Indonesia. Sementara Emilia tidak lain adalah istri Ketua Dewan Syura IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia), Jalaluddin Rakhmat.
Akun Twitter Megawati Institut @megainstitute menyebutkan bahwa Emilia Renita adalah salah satu presidium Jokowers, relawan pendukung Jokowi-JK. Tak hanya itu, Jalaluddin Rakhmat tercatat sebagai caleg terpilih PDIP.
..Emilia Renita adalah salah satu presidium Jokowers, relawan pendukung Jokowi-JK. Tak hanya itu, Jalaluddin Rakhmat tercatat sebagai caleg terpilih PDIP.
Diberitakan sebelumnya, Forum Komunikasi Waria se-Indonesia bertekad mendukung Jokowi-JK. “Kami mendukung Jokowi-JK, keduanya sederhana apalagi Jokowi telah membuktikan kepeduliaannya terhadap masyarakat selama jadi Gubernur Jakarta,” kata Ketua Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Yulianus Rettoblaut.
Menurut Yulianus Rettoblaut alias Mami Yulie, Jokowi juga menghargai perbedaan yang terjadi di masyarakat. Jokowi mampu mengayomi semua kalangan termasuk kaum waria. “Kami butuh pemimpin yang seperti Jokowi, menghormati dan menghargai kaum minoritas,” ujar Mami Yulie.
Tak Punya Etika, Jokowi Nyapres tak Ijin Rakyat Jakarta
Pertanyaan menggelitik dilontarkan pakar kemaritiman, Y Paonganan, terkait pencapresan Gubernur DKI Jakarta non aktif, Joko Widodo. Paonganan menyatakan, Jokowi belum pernah minta ijin ke rakyat Jakarta untuk menjadi calon presiden.
“Jika Jokowi punya etika, tentu dia akan kumpulkan rakyat Jakarta di Monas dan mohon ijin ke rakyat Jakarta kalo dia mau nyapres,” tegas Paonganan melalui akun Twitter @ypaonganan.
Paonganan membandingkan langkah Jokowi itu dengan sikap Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. “Saya ingat saat temani seseorang minta HB X untuk jadi capres, beliau bilang, saya akan ijin dulu ke rakyat Jogja, etika seorang pemimpin sejati! Sementara si Jokowi yang sudah dipilih lebih dari 50% rakyat Jakarta untuk jadi gubernur belum pernah minta ijin ke rakyatnya untuk nyapres,” tulis @ypaonganan.
Saya sih berharap, rakyat Jakarta masih mau terima Jokowi kembali jadi gubernur saat gagal jadi presiden
Lebih lanjut Paonganan berharap rakyat Jakarta bisa menerima kembali Jokowi jika gagal memenuhi ambisi menjadi Presiden RI. “Saya sih berharap, rakyat Jakarta masih mau terima Jokowi kembali jadi gubernur saat gagal jadi presiden,” sindir @ypaonganan. [intel/hudzaifah/voa-islam.com]inShare
Membandingkan Sikap Kiai Hasyim Asy'ari, Gus Dur, dan Said Agil Siradj
JAKARTA (voa-islam.com) - Betapa kalau menengok sejarah ke belakang begitu besarnya peranan Kiai Hasyim Asy’ari, membebaskan Indonesia dari penjajah. Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu berhasil menggerakan seluruh kekuatan NU melawan penjajah Sekutu di Surabaya.
Penjajah Barat itu, mereka adalah orang-orang kafir, yaitu Yahudi dan Nasrani. Mereka menjajah Indonesia. Berusaha terus menjajah dengan kekuatan mereka, ingin menjadikan Indonesia sebagai daerah jajahan.
Dengan kondisi seperti itu, maka pada tanggal 21-22 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari mengumpulkan wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura di Surabaya. Dalam pertemuan itu, diputuskan bahwa melawan penjajah sebagai jihad, atau kemudian dikenal dengan resolusi jihad.
Setelah resolusi jihad dicetuskan, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Pada 10 November 1945 atau tepatnya dua minggu setelah resolusi jihad dikumandangkan. Meletuslah peperangan sengit antara pasukan Inggris melawan pasukan Hisbullah yang cuma bersenjatakan bambu runcing. Konon, ini adalah perang terbesar sepanjang sejarah Nusantara.
Perang yang berlangsung kurang lebih selama tiga minggu ini akhirnya dimenangkan oleh pasukann Hisbullah dan Arek-arek Suroboyo. Pasukan Inggris yang tangguh itu pun lumpuh, dan bertekuk lutut.
Setelah resolusi jihad dicetuskan, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Pada 10 November 1945 atau tepatnya dua minggu setelah resolusi jihad dikumandangkan. Meletuslah peperangan sengit antara pasukan Inggris melawan pasukan Hisbullah yang cuma bersenjatakan bambu runcing. Konon, ini adalah perang terbesar sepanjang sejarah Nusantara.
Perang yang berlangsung kurang lebih selama tiga minggu ini akhirnya dimenangkan oleh pasukann Hisbullah dan Arek-arek Suroboyo. Pasukan Inggris yang tangguh itu pun lumpuh, dan bertekuk lutut.
Dalam episode film “Sang Kiai” para santri Tebu Ireng, mereka dengan penuh gelora semangat jihad, melawan pasukan Sekutu, bahkan berhasil menembak mati, dua panglima Sekutu, diantaranya Jendral Mallaby.
Resolusi Jihad NU itu pernah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945. Ini bagian penting resolusi jihad :
Resolusi Jihad NU itu pernah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, edisi No. 26 tahun ke-I, Jumat Legi, 26 Oktober 1945. Ini bagian penting resolusi jihad :
Bismillahirrahmanirrahim
Resolusi
Resolusi
Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Perhimpunan Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya:
Mendengar:
Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.
Menimbang:
a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam
b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.
Mengingat:
a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.
b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.
c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.
d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.
Memutuskan:
1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangan.
2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.
Seruan jihad ini juga diyakini mengakibatkan pecahnya Peristiwa 10 November 1945 yang terkenal dan kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Bung Tomo, pimpinan laskar BPRI dan Radio Pemberontakan, yang sering disebut sebagai penyulut utama peristiwa 10 November diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan Islam.
Bung Tomo kerap bertandang ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, untuk menemui dan meminta restu Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari. Seruan “Allahu Akbar” di pembuka dan penutup orasinya melalui Radio Pemberontakan yang dipimpinnya membakar kalangan pemuda Muslim melawan penjajah Sekutu.
Mendengar:
Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.
Menimbang:
a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam
b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.
Mengingat:
a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.
b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.
c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.
d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.
Memutuskan:
1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangan.
2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.
Seruan jihad ini juga diyakini mengakibatkan pecahnya Peristiwa 10 November 1945 yang terkenal dan kemudian diabadikan sebagai Hari Pahlawan. Bung Tomo, pimpinan laskar BPRI dan Radio Pemberontakan, yang sering disebut sebagai penyulut utama peristiwa 10 November diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan Islam.
Bung Tomo kerap bertandang ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, untuk menemui dan meminta restu Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari. Seruan “Allahu Akbar” di pembuka dan penutup orasinya melalui Radio Pemberontakan yang dipimpinnya membakar kalangan pemuda Muslim melawan penjajah Sekutu.
Tidak terbatas pada Peristiwa 10 November 1945, seruan jihad ini berdampak panjang pada masa berikutnya. Perjuangan kemerdekaan yang melibatkan massa rakyat yang berlangsung hampir empat tahun sesudah itu di berbagai tempat di Jawa khususnya, hingga pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 1949 juga banyak didorong oleh semangat jihad yang diserukan melalui resolusi ini.
Pesan dan isi Resolusi Jihad ini jelas dan tegas. Penyebarannya secara lisan, memperoleh tekanan yang lebih keras seperti kewajiban (fardhu ‘ain) bagi setiap muslim yang berada pada jarak radius 94 km untuk turut berjihad melawan penjajah kafir.
Pesan dan isi Resolusi Jihad ini jelas dan tegas. Penyebarannya secara lisan, memperoleh tekanan yang lebih keras seperti kewajiban (fardhu ‘ain) bagi setiap muslim yang berada pada jarak radius 94 km untuk turut berjihad melawan penjajah kafir.
Perang yang berlangsung kurang lebih selama tiga minggu ini akhirnya dimenangkan oleh pasukan Hisbullah dan Arek-arek Suroboyo. Pasukan Inggris yang tangguh itu pun lumpuh, dan bertekuk lutut.
Namun, episode sejarah yang begitu indah oleh pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari dalam membebaskan bangsa dan negara Indonesia dari penjajah Barat, yang hakikatnya adalah Yahudi dan Nasrani dengan jihad, dicatat sebagai sejarah yang sangat monumental.
Hasyim Asy’ari dengan sangat mulia membebaskan Indonesia dari penjajahan, dan membangun ruhul jihad dikalangan NU. Justru semangat jihad pendiri NU, Kiai Hasyrim Asy’ari itu, sekarang mengalami degradasi, dan luruh oleh perkembangan zaman, semua itu dilakukan oleh generasi berikutnya dari kalangan NU sendiri.
Di era Abdurrahman Wahid, yang merupakan cucu dari Kiai Hasyim Asy’ari, beliau memiliki pandangan dan sikap yang berbeda dengan kakeknya terhadap Barat, khususnya Yahudi dan Nasrani. Abdurrahman Wahid yang sering dipanggil Gus Dur, lebih akomodatif terhadap golongan Yahudi dan Nasrani.
Gus Dur menjadi anggota Institute Shimon Peres, yang dipimpin Presiden Israel Shimon Peres, dan Gus Dur mendapatkan penghargaan dari komunitas Yahudi Internasional dengan “Medal fo Velor”, atas jasanya dalam membangun pluralisme di Indonesia.
Gus Dur sangat dekat denga kalangan Nasrani. Gur Dur, melalui Keppres yang diterbitkannya, memberikan pengakuan terhadap agama Konghucu. Sehingga, ketika meninggal, Presiden SBY, memberikan kepada Gus Dur gelar sebagai “Bapak Pluralisme”.
Sikap dan pandangan Gus Dur itu, nampaknya terus menginspirasi generasi berikutnya di kalangan NU. Seperti belum lama ini, sangat ramai di media sosial, di mana menurut media sosial yang ada, disebutkan NU mengajak anak-anak ke gereja, diajari tentang toleransi. Sungguh sangat luar biasa.
Betapa ini secara tidak langsung akan menggerogoti akidah umat generasi Islam mendatang . Semua ini, tak terlepas dari sikap dan pandangan dari generasi penerusnya di NU, seperti Said Agil Siraj.
Keponakan Gus Dur, yang sekarang memimpin PKB, Muhaimin Iskandar, memiliki kemiripan dengan pandangan Gus Dur, seperti copypaste, tentang pluralisme, toleransi dan penolakan terhadap Syariah Islam.
Maka, belakangan ini, sangat mengejutkan, keputusan Muhaimin Iskandar, tiba-tiba memasukan “Bos Lion Air”, di PKB, dan Rusdi Kirana menjadi wakil ketua umum PKB, untuk diketahui, Rusdi Kirana seorang non muslim keturunan Cina.
Rupanya apa yang sudah pernah dilakukan oleh KH.Hasyim Asy’ari hanya tinggal menjadi sebuah kenangan sejarah masa lalu, dan api semangatnya sudah padam. Sementara itu, generasi berikutnya sudah menjadi bagian dari kepentingan penjajah Barat. Bahkan, sekarang dengan ‘pluralisme dan toleransi’ itu, sangat memberikan keuntungan kepada mereka, yaitu golongan Yahudi, Nasrani, dan musyrikin.
NU di era baru sekarang ini, tidak dapat lagi menjadi “Sang Pembebas”, seperti yang pernah dilakukan oleh Kiai Hasyim Asy’ari, justru sekarang NU menguatkan dan memberikan dasar berpijak kepada para penjajah, yang dahulunya pernah diperangi oleh pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari, yaitu orang-orang kafir.
Bahkan, menurut laporan dari Jawa Timur, Said Agil Siraj, secara terangan-terangan menyatakan dirinya sebagai Syi'ah, dan banyak kiai yang menganut Syiah, ucapnya. NU sekarang juga digunakan menghantam apa yang disebutnya sebagai golongan "Wahabi" yang dianggap sebagai ancaman yang serius bagi warga NU.
Wallahu’alam.
Wallahu’alam.
Kristen Terpecah Dalam Sekte-sekte
Sekilas kita mungkin melihat bahwa mereka bersatu. Sebetulnya tidak. Kristen terpecah belah menjadi berbagai aliran dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan dikatakan lebih dari 230 sekte/aliran. Itu baru yang di Indonesia saja. Di tiap wilayah mereka mengadopsi kebudayaan-kebudayaan setempat. Dan antara satu aliran dengan aliran yang lain tak jarang mempunyai perselisihan yang sangat tajam.
Kristen mula-mula terbagi atas lima wilayah yang berbeda yakni komunitas Kristen di Yerusalem, Antiokia, Aleksan-dria, Konstantinopel, dan Roma. Masing-masing komunitas ini mempunyai perbedaan signifikan dalam mendefinisikan siapa Allah, siapa Yesus, siapa Perawan Maria.
Untuk itulah kemudian diseleng-garakan Konsili Nicea th 325M. Konsili ini sarat kepentingan politis Kaisar Konstantin untuk menyelamatkan imperiumnya yang diambang kehancuran akibat konflik perbedaan aqidah.
Di konsili inilah terjadi perdebatan sengit tentang status Yesus (sebagai manusia atau sebagai Tuhan). Dan akhir-nya atas pengaruh kuat Konstantin, Yesus akhirnya diresmikan statusnya sebagai Tuhan. Lalu gereja dilembagakan secara formal. Hierarki gereja disusun secara bertingkat-tingkat dipimpin langsung oleh Konstantin. Paus pertama adalah Konstantin. Inilah awal dari gereja Katholik.
Kemudian terjadi perpecahan-perpecahan besar (skisma) dalam struktur gereja menurut sejarah yang tercatat sebagai berikut.
Perpecahan pada saat Konsili Efesus th.431, yang menyatakan status Perawan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah) disini Gereja Asiria Timur memisahkan diri.
Perpecahan pada saat Konsili Efesus th.431, yang menyatakan status Perawan Maria sebagai Theotokos (Bunda Allah) disini Gereja Asiria Timur memisahkan diri.
Perpecahan pada Konsili Khalsedon (th.451), Gereja Ortodoks Oriental memisahkan diri. Perpecahan besar pada abad 11. Penyebabnya adalah perbedaan doktrin ketuhanan dan perebutan kekuasaan duniawi.
Gereja Katolik pun terbagi menjadi dua, yaitu "Barat" dan "Timur". Inggris, Prancis, Roma dan negara-negara Skandinavia termasuk Gereja "Barat" (Gereja Katolik Roma). Sedangkan Yunani, Rusia, Suriah, Mesir termasuk dalam Gereja "Timur" (Gereja Ortodoks). Perpecahan ini dikenal sebagai Skisma Barat-Timur.
Gereja Katolik pun terbagi menjadi dua, yaitu "Barat" dan "Timur". Inggris, Prancis, Roma dan negara-negara Skandinavia termasuk Gereja "Barat" (Gereja Katolik Roma). Sedangkan Yunani, Rusia, Suriah, Mesir termasuk dalam Gereja "Timur" (Gereja Ortodoks). Perpecahan ini dikenal sebagai Skisma Barat-Timur.
Skisma berikutnya terjadi pada abad ke-16 karena lahirnya gerakan Reformasi Protestan. Sehingga Gereja Katholik terpecah menjadi Katholik Roma, Anglikan, Protestan dan Anabaptis. Protestan mempunyai sangat banyak aliran dan tidak mempunyai kepemimpinan yang terpusat seperti Katholik Roma. Dan hingga saat ini perpecahan di tubuh Protestan masih terus berlangsung.
Di Indonesia.
Setidaknya ada sembilan aliran Kristen pecahan dari Protestan antara lain: Lutheran, Calvinis, Baptis, Methodis, Pentakostal, Kharismatik, Injili (Evangelical), Adventis, dan Saksi Yehova. Yang masing-masing terdiri atas gereja-gereja yang walaupun mengaku beraliran sama tapi karena muatan budaya yang berbeda dan dalam beberapa hal lain masih berbeda sehingga tidak mau untuk disatukan.
Aliran Lutheran: HKBP, GKPS, GPKB, GKPI, HKI, GKLI, GKPA dan GKPM; semuanya (kecuali GPKB) berkantor pusat di Sumatera Utara dan sekitarnya.
Aliran Calvinis: GPM, GMIM, GMIT, GPIB, GBKP, GKI (Jabar, Jateng, Jatim), GKP, GKJ, GKJW, GKPB, GKS, GMIST, GKST, Gereja Toraja, GTM, GKSS, GEPSULTRA, GMIH.
Aliran Baptis: Persekutuan Gereja-gereja Baptis Irian Jaya (PGBIJ), Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GBI), Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI), Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI), Gereja Baptis Independent di Indonesia (GBII), dan Sinode Gereja Kristen Baptis Jakarta.
Aliran Methodis: Gereja/aliran Metodis kebanyakan terdapat di Suma-tera.
Aliran Pentakostal: Gereja Isa Al-masih (GIA), Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Gereja Pentakosta Pusat Surabaya (GPPS), Gereja Gerakan Pentakosta (GGP), Gereja Bethel di Indonesia (GBI), dan Gereja Tuhan di Indonesia (GTdI).Aliran Kharismatik: Gereja Kharismatik, Gereja Karmel (Cianjur).
Aliran Injili (Evangelical): Perseku-tuan Injili Indonesia (PII).
Aliran Adventis: Gereja Advent.
Aliran Saksi Yehova.
Aliran Adventis: Gereja Advent.
Aliran Saksi Yehova.
Sebenarnya Allah SWT telah memperingatkan kita dalam Alquran bahwa seolah-olah mereka bersatu tetapi sesungguhnya mereka berpecah-belah. Mereka saling bermusuhan antara satu dengan yang lain.”Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (TQS. Al Hasyr: 14).
Kekuatan mereka ibarat jaring laba-laba, terlihat besar namun sangat rapuh. Maka sudah saatnya kini kita bersatu. Jangan mengafirkan atau menyesatkan saudara sesama Muslim hanya karena perbedaan furu'iyah.
NOTE :
Beberapa mazhab dalam Kristen :
Beberapa mazhab dalam Kristen :
1. Mazhab Al Abuniyah. Mazhab ini terdiri atas 2 golongan, masing-masing percaya bahwa Al-Masih adalah seorang manusia. Robertson mengatakan bahwa kelompok Al-Abuniyah tidak mengakui ketuhanan Almasih dan tidak mengakui Paulus sebagai rasulnya.
2. Mazhab Al-Markuniyah. Mazhab ini bernasab kepada Markoni, pendiri kelompok tersebut. Mereka tidak percaya dengan ketuhanan Al-Masih. Kelompok Al-Markuniyah juga tidak percaya dengan kebangkitan Al-Masih sesudah mati.
3. Mazhab An Nastikiyah. Mazhab ini banyak dipengaruhi filsafat Pythagoras, Plato & Zoroaster. Mereka tidak mengakui Paulus. Kelompok An Nastikiyah tidak percaya dengan Almasih sebagai roh. Mereka hanya percaya kepada kelima istilah pertama dari Kitab Taurat.
4. Mazhab Ad Dustiyah. Mereka percaya dengan Almasih sebagai kalimat Allah dan percaya bahwa Almasih lahir secara tiba-tiba dalam bentuk seorang pemuda tampan dan sempurna. Mereka mengakui Almasih sebagai roh murni, tidak bernoda kemanusiaan sedikitpun.
5. Mazhab Al Autmaniyah. Kelompok ini lahir 2 abad setelah Isa Alaihissalam. Mereka tidak mengakui ketuhanannya.
6. Kelompok Muntysi. Tahun 170 M, ada seorang yang mengakui fergliet yang dijanjikan Isa Almasih & menyebut dirinya sebagai anak Allah.
7. Mazhab Almanowiyah. Mazhab ini didirikan oleh Many di Iran pada abad 3 M, merupakan perpaduan Nasrani & Majusi.
8. Kelompok Nowisyin. Penganut aliran ini tidak percaya kepada Paulus, ada dalam sejarah antara tahun 250-500 M.
9. Mazhab Al Ariosiyah, didirikan oleh Arios (penduduk Libya) yang menjadi pastur di Iskandariyah. Arios mengatakan meski Almasih adalah anak Allah, tapi ia bukan Tuhan seperti keyakinan Kristen. Ia diciptakan oleh Allah & tidak sama dengan ayahnya.
10. Kelompok Apoli Niris. Para pengikutnya percaya bahwa Almasih adalah campuran dari ketuhanan & kemanusiaan yang tidak bisa dipisahkan.
11. Kelompok Arsio. Mereka yakin Almasih tidak dilahirkan oleh Maria, bahkan datang ke dunia dalam usia 50 tahun. Kelompok Arsio tidak percaya dengan surat apapun dalam Perjanjian Lama dan tidak percaya dengan Injil apapun.
12. Aliran An Nazzariyah yang terbentuk pada abad pertama Masehi. Para pengikutnya tidak percaya Paulus dan surat-suratnya. Aliran An Nazariyah ini bahkan memandang Paulus sebagai dajjal dan pembohong.
13. Aliran Al Bauyiah. Mereka menyangkal penyaliban Almasih, bangkitnya Almasih dari kematian dan naiknya Almasih ke langit.
14. Kelompok An Nashiriyun. Mereka percaya dengan Injil Matius berbahasa Ibrani, dan tidak mengakui penyaliban Isa Almasih.
15. Aliran Al Yunaniyah. Mereka yakin bahwa roh kudus keluar dari bapak saja, bukan dari anak. Mazhab Protestan mengkafirkan mereka.
Gereja Kharismatik dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia
JAKARTA (voa-islam.com) - Sungguh sangat luar biasa gambaran yang disampaikan oleh Dr.Ir. Sri Bintang Pamungkas, ketika berlangsung ‘diskusi’ di Masjid Baiturrahim, Jalan Saharjo, Jakarta Selatan, Sabtu, 22/2/2014.
Sri Bintang Pamungkas menggambarkan kolaborasi antara Gerekan Gereja Kharismatik dan kelompok konglomerat Cina di Indonesia dengan dukungan Amerika, Israel, dan Eropa, bertujuan melakukan penguasaan kedaulatan politik atas Indonesia, dan menjadikan INDONESIA negeri Kristen. Di bawah ini penggambaran oleh Sri Bintang Pamungkas.
Kharismatik awalnya sebuah acara adat yang berkembang di Israel, disebut Pentecosta, yaitu upacara syukur kepada Tuhan atas berkahnya terhadap hasil pertanian. Acara adat ini kemudian dibawa ke Inggris pada tahun l920, dan berkembang di wilayah Wales menjadi bagian dari upacara gerejani.
Upacara gerejani ini tidak sama dengan yang dilakukan oleh gereja Protestan ataupun Katolik, tapi lebih menekankan pengajaran karunia dari Roh Kudus. Upacara gerejani ini berkembang menjadi besar di Amerika Serikat dan dunia, terutama karena kewajiban yang disebut sepersepuluh. Di mana 10 persen dari kekayaan wajib diserahkan kepada kepentingan gereja agar kekayaan individu yang bersangkutan menjadi berlipat.
Perkembangan Kharimastik
Setelah berkembang, Gereja Katolik Roma menjadi khawatir akan terjadinya pemisahan umat Katolik, seperti yang pernah terjadi pada masa pemisahan Protestan. Oleh sebab itu, Gereja Vatikan memberikan ruang khusus bagi kaum Kharismatik untuk beribadah. Hal ini justru mengakibatkan semakin meningkatnya perpindahan umat Katolik menjadi pengikut kaum Kharismatik, sekalipun begitu, terjadi pula persekutuan yang erat antara kaum Katolik dan Kharismatik.
Gereja Kharismatik mengajarkan pula puji-pujian disertai napak tilas ke Israel. Mereka percaya, bahwa keimanan mereka menjadi sempurna kalau bisa mandi di Sungai Yordan, Israel. Menurut mereka, berziarah ke Israel adalah wajib, sebagaimana umat Islam wajib berhaji ke Masjidil Haram, sekiranya mampu. Dalam setahun ada tiga kali sekumpulan orang dari Jaringan Kharismatik Indonesia ke Israel dengan koordinasi oleh Nani Susanti dari Yayasan Gratia, Cirebon. Yaitu bulan Mei (sebagai hari kemerdekaan Israel), Oktober (Pondok Daud), dan Desember (Hari Natal).
Setelah itu juga ke Cina, Korea, dan Australia, konon Kharismatik masuk ke Indonesia sekitar tahun l967, yaitu lewat para misionaris Amerika Serikat yang berkunjung ke Nusa Tenggara Timur, antara lain, Pulau Timor. Tokoh Kharismatik di Nusa Tenggara Timur adalah Pendeta Melly.
Oleh Pendeta Melly dan Thenny Landena, Kharismatik dibawa memasuki Jawa lewat Surabaya sekitar tahun l975. Di Surabaya juga mengalami perkembangan, antara lain oleh Pendeta Jeremia Rim, Daniel Alexander, Stephen Tong dan Alex Abraham Tanusaputra.
Jaringan Kharismatik di Indonesia
Anak-anak murid para Pendeta itu, ikut mengembangkan Gereja Kharismatik dengan berbagai nama gereja , antara lain, Pendeta Jeremia Rim bersama Dr.Ir.Bambang Wijaya mendirikan Gereja Perjanjian Baru, yang kemudian berganti nama menjadi Gereja Masa Depan Cerah, dan Alex Abraham Tanusaputra mendirikan Gereja Bethany.
Dari Surabaya, aliran Kharismatik berkembang ke Semarang, Yogyakarta, Cirebon dan Bandung. Mereka tidak lagi harus menyebut tempat peribadatan sebagai gereja, tetapi segala bentuk bangunan yang di dalamnya orang bisa beribadah. Di Semarang ada Pendeta Petrus Agung yang mendirikan Holly Stadium, sebagai tempat peribadatan, yang terbesar di Asia Tengara.
Di Yogyakarta ada tokoh Gondowidjojo yang menggunakan tempat percetakannya, Andi Offset, dengan majalahnya Bahana, sebagai tempat beribadah juga. Di Temanggung ada Pendeta Petrus Hadi Santoso, di Cirebon ada Nani Susanti dengan Gedung Gratia-nya, serta Wim Brataatmadja, dan di Bandung ada Yusak Cipto, Nani Susanti, Yuda Mailool, Andreas Nawawi, dan Petrus Nawami. Di kota Bekasi juga da Heru Sungkono dan Iin Cipto.
Selain berbentuk Gereja atau Rumah peribadatan, jaringan Kharismatik juga mendirikan banyak usaha gerejani, seperti sekolah Inti, sebuah Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Sekolah Cahaya Bangsa, Sekolah Garda Terdepan, Sekolah Tinggi Theologia, Yayasan Doulos, Yayasan Ayub, Penerbit Andy, Taman Bacaan Mahanaim, Gerakan Priya Sejati (Business Mens Fellowship, Vibrant Men’s Ministry dn Christian Mens’s Networking). Sekolah Inti dan Sekolah Garda Terdepan membina anak-anak muda untuk diterjunkan ke desa-desa sebagai petani dan penyelenggara kegiatan sosial.
Gereja-Gereja Kharismatik dan Tokohnya
Beberapa Gereja dala Jaringan Kharismatik beserta pimpinannya adalah sebagai berikut :
1.Gereja Kristen Perjanjian Baru (Jakarta - Andreas Nawawi, Bandung, GKPB Fajar Pengharapan-Bambang Widjaja, Cirebon, GKPB Fajar Keagungan-Pendeta Wim Brataatmadja.
2.Gereja Bethany (Bandung-Pendeta Agung Takariana, Surabaya-Alex Abraham Tanusaputra.
3.Gereja Mawar Saron (Pendeta Yakub Nahuruay)
4.Gereja Tiberias Indonesia (Pendeta Pariadji dengan penyandang dana Hashim Djojohadikusumo)
5.Gereja el-Shaday (Bandung – Natawidjaja)
6.Gereja Anak Panah (Bandung-Pendeta Juliono, dengan Sekolah Cahaya Bangsa)
7.Gereja Duta Injil
8.Gereja Rumah Do’a Segala Bangsa
9.Gereja Yesus Kristus Tuhan (Gereja Abba Love, Jakarta –Eddy Leo)
10.Gereja Bethel Indonesia (Jakarta-Ir.Niko Nyotorahardjo, Pendeta Gilbert Lumoindong, Cirebon Bethel Yos Sudarso-Pendeta Yuda D.Mailool)
11.Gereja Bethel Tabernakel
12.Gereja Pelayanan Kesembuhan Kharismatik
13.Gereja Reformasi (Jakarta-Stephen Tong, Bandung-Hok Im Tong, Khaleb Tong, Kha Im Tong, Dorothy Tong)
14.Gereja Pusat Pantekosta
15.Gereja Pantekosta Philadelphia (Cirebon-Pendeta Paul Masail)
16.Charismatic City Church
17.Charismatic Worship Service
18.Gereja Duta Injil
19.Gereja Kemenangan Iman Indonesia
20.Gereja Jemaat Kristen Indonesia
21.Gereja Jemaat Kristus Indonesia (Cirebon:Gedung Gratia)
22.Gereja Sidang Jemaat Alah
Tempat-Tempat Kebaktian
Gereja Kharismatik menyadari bahwa pada saat ini sulit, dan hampir tidak mungkin, mendirikan gereja di Indonesia. Karena itu, mereka banyak mengadaka kebaktian di hotel-hotel, gedung pertemuan dan komplek perumahan.
Sebagai contoh, Gereja Tiberias banyak megnadakan kebaktian di Balai Sarbini, Jakarta dan Pusat Perbelajaan Braga Walk, Bandung. Gereja Bethany mengadakan di BTC Jalan Pasteur, Bandung, Gereja Bethel di Perumahan Sukawarna, di Gedung Gratia, Cirebon, serta di Holy Stadium, Semarang.
Di Bandung Trade Center Jalan Pasteur, ada dua gereja yagn menggunakan gedung itu, yaitu Gereja Bethany, dan Gereja Masa Depan Cerah. Di Kompleks Perumahan Singgasana, di Mekar Wangi, Bandung juga ada dua gereja megah dan besar, yaitu Gereja Hok Im Thong, dan Gereja Bethel, dimana 99 persen penghuni Perumahan itu adalah orang-orang Cina yang kaya raya.
Para pengusaha Cina ini jugamendirikan Perumahan Kota Baru Parahiyangan, Bandung. Komplek Perumahan Harapan Baru, Bekasi, ada 25 gereja, tanpa papan nama. Di Bumi Serpong Damai, Andreas Nawawi, Petrus Nawawi, Edy Sindoro dan Bambang Widjaja adalah pengurus Gereja Masa Depan Cerah, yang banyak mendirikan komplek perumahan.
Dukungan dan Gerakan Politik Cina Menguasai Indonesia
Para tokoh pendukung Jaringan Gereja Kharismatik adalah para konglomerat Cina. Seperti Mochtar Riyadi, dan James Riyadi. Bapak dan anak pendiri Lippo, adalah orang-orang yang mula mengajak memberikan dukungan Jaringan Gereja Kharismatik.
Sesudah itu masuk konglomerat-konglomerat Cina lainnya, seperti Prayogo Pangestu, Ciputra dan Kelompok Gramedia-Kompas. Ciputra awalnya kesulitan uang pada masa krisis monoter, lalu mendapat pertolongan dari kelompok Gereja Kharismatik, dan karena itu dia masuk ke dalam jaringan mereka.
Dukungan juga datang dari dunia internasional, seperti Israel, Singapura, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Amerika. Tentunya, Negara-negara Sekutu Amerika juga memberikan dukungan.
Konon Korea Selatan dan Taiwan juga membantu. Ada kelompok Budha,Tsu Tsi, yang berkiblat ke Taiwan. Yang juga memberikan dukungan dengan cara-cara tertentu. Mochtar dan James Riady pada awalnya, sebagai sahabat dan pendana kampanye Presiden Amerika Bill Clinton, mendapat tugas dari Presiden Amerika Serikat itu untuk menjatuhkan Presiden Soeharto.
Soeharto dinilai mempermalukan Amerika, karena tidak mampu menyelesaikan masalah Timor-Timur setelah diberi waktu 20 tahun. Sehingga harus dijatuhkan. Salah satu upayanya adalah menciptakan krisis moneter. Sebagai akibatnya masyarakat bergolak untuk menolak kehadiran Soeharto setelah 30 tahun berkuasa.
Berbagai kejadian sesudah itu, seperti penjatuhan Presiden Habibie, terlepasnya Timor-Timur, jatuhnya Gus Dur dan Megawati, serta Amandemen UUD-45, adalah rekayasa politik untuk melemahkan Indonesia agar bisa dikuasai oleh Cina.
Dengan Amandemen itu, ada empat hal yang ingin dituju oleh kelompok Cina, yaitu a) pelemahan MPR, sebagai lembaga Tertinggi Negara, b) penguatan fungsi dan tugas DPR, sehingga memiripkan Pemerintahan Parlementer, c) Penghapusan Presiden Indonesia Harus Orang Asli. Dan d) Perubahan dari Asas Kekeluargaan menjadi Sistem Kapitalisme dan Liberalisme.
Sasaran yang terutama adalah membuat kerusakan ekonomi , memperlemah kekuatan ‘Rakyat, Negara, dan Bangsa, khususnya kekuatan ekonomi Pribumi, Islam dan ABRI.
Di sini kelompok Cina Indonesia lewat koordinasi Keluarga Riady dengan dukungan CSIS (Center Strategic International Studies), sebagai ‘think-thank’, ikut bermain menggerogoti kekayaan Indonesia demi kepentingan sosial ekonomi dan politik bagi kelompok Cina.
CSIS sendiri sudah mulai bekerja sejak didirikan awal pemerintahan Soeharto, dan sangat mempengaruhi kebijakan Soeharto. Intinya, mereka mau menjadikan Indonesia menjadi seperti Singapura, di mana kelompok ‘Cina’ yang berkuasa.
Setelah menguasai perekonomian lewat kesempatan yang diberikan oleh Soeharto, ditambah krisis ekonomi, terutama dibidang moneter yang menghadiahkan kepada mereka BLBI, ratusan triliun (bahkan ribuan triliun!), maka mulai l999 mereka menyiapkan gerakan politik. Itu dimulai dengan mendirikan Partai Damai Sejahtera, pimpinan DR.Royandi Hutasoit.
Mereka lebih intensif lagi menjelang pemilu 2004, di mana kebijakan yang mereka tempuh adalah memasuki semua partai politik yang ada, dan kalau perlu membeli partai-partai itu. Sekarang PKB ‘dibeli’ oleh bos Lion Air, Rusdi Kirana. Mereka beranggapan , PDIP adalah tempat yang paling aman dan nyaman bagi mereka.
Kekuatan mereka menjadi seperti tak dapat ditolak lagi menjelang pemilu 2014. Antara lain, karena dukungan kuat dari pemerintah SBY. Pada masa itu, berbagai konflik keagamaan dengan Islam diciptakan agar kelompok Muslim Indonesia mendapat kecaman dunia, sehingga memperlemah posisi politiknya, disamping non-Muslim dengan barisan konglomerat Cina dan Gereja Kharismatik ini mendapat dukungan dunia.
Penghargaan kelompok Yahudi Amerika Serikat kepada SBY beberapa waktu lalu adalah pernyataan terima kasih, bahwa Jaringan non-Muslim mendapat tempat yang lebih baik di Indonesia. Pada sekitar Desember tahun lalu, ada pertemuan tokoh-tokoh Cina se-Dunia di Medan. Dalam pertemuan itu, memang fokusnya adalah Indonesia.
Salah satu hasil pertemuan ini adalah didirikannya “Pasti” (Paguyuban Suku Tionghoa), yaitu suatu perkumpulan diantara kelompok Cina Indonesia, untuk memperjuangkan ‘ECI’ (Etnis Cina Indonesia) menjadi sebuah suku, seperti suku-suku lain di Indonesia.
Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah suku terbesar di Indonesia masih di dominasi oleh suku Jawa 42 persen. Diikuti oleh Suku Sunda,11 persen, tetapi ‘suku’ Cina sudah mencapai 11 persen. Cukup signifikan.
Kemenangan Joko Oey dan Xong Wan Sie (Ahok) karena mendapat dukungan penuh dari Jaringan Kharismatik. Ahok dan isterinya adalah anggota dari jaringan Kharismatik. Sebelum kawin sangat aktif dalam banyak kegiatan di Jaringan Gereja Kharismatik. Ahok sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, dianggap sebagai symbol kebangkitan Jaringan Gereja Kharismatik Indonesia.
Berikut ini adalah salah satu petikan khotbah Iin Indriato Cipto (11/01/2014), pemilik Taman Bacaan Yayasan Mahanaim di Bekasi, yang juga Penginjil anak-anak jalanan, menyatakan:
"Mulai tahun ini dan selama tujuh tahun, semua jatah Israel dialihkan kepada Indonesia, karena Negara kita sudah dinubuatkan. Akan banyak bantuan Israel ke Indonesia. Lewat pemilu akan ada pemimpin Indonesia yang dipersiapkan oleh pemimpin Gereja dan Pengusaha Kristen, pemimpin yang dapat bekerjsama dengan Negara Israel”.
Contoh lain, “Kemunculan Ahok sebagai Wagub Jakarta memunculkan motivasi untuk menciptakan Ahok-Ahok yang bisa membawa umat Kristen menjadi pemimpin-pemimpin dalam pemerintahan bekerjsama dengan para konglomerat Kristiani (Cina) yang aktif dalam penginjilan …”.
Ini adalah salah satu contoh khotbah yang disampaikan dalam pertemuan atau konser do’a pada tanggal 28 Januari di Bandung oleh Gereja Kristen Perjanjian Baru pimpinan Bambang Widjaja.
Sebelumnya itu ada pertemuan serupa pada tanggal 25 Januari, juga di Bandung, di Jalan Pasteur, sebuah Seminar Politik yang diselenggarkan oleh SekolahTinggi Theologia. Sungguh sangat luar biasa gerakan mereka menguasai Indonesia, dan memperbudak pribumi dan Muslim. Wallahu’alam.
Langganan:
Postingan (Atom)